Minggu, 31 Agustus 2014






Kunjungi Ponpes Darunnahdlatain NW Pancor Delegasi Bas Belia MABIMS Terkesan dengan Lombok

Selong_ Sebanyak 60 Delegasi Bas Belia MABIMS (Menteri Agama Brunai Darussalam, Indonesia, Malaysia, Singapura) Senin (3/10) mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Darunnahdlatain Nahdlatul Wathan (NW) Pancor Kecamatan Selong Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Rombongan Bas Belia MABIMS ini tiba di ponpes milik Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, MA itu tiba pukul 09.00 WITA.

Gubernur NTB yang juga pengasuh ponpes Darunnahdlatain NW Pancor dalam sambutan selamat datang para pemuda tersebut memaparkan sejarah pendirian Ponpes NW Pancor. Ponpes yang berdiri sejak 76 tahun silam oleh Al-Magfurullah Maulana Syekh Zainuddin Abdul Majid kini menggembleng 17 .000 santri.

Bermula dari sebuah musholla kecil, musholla al-Muhahidin yang berarti perjuangan Ponpes NW kini tumbuh dan berkembang. Dikatakan Mujahiddin, mengandung filosofi perjuangan melawan kebodohan, melawan kemiskinan, melawan keawaman terhadap agama. Berdiri dimasa penjajah kala itu, para santri tutur Majdi turut berjuang melawan para penjajah. "Penjajah diserbu oleh santri-santri NW," tuturnya.

Di Ponpes NW, tidak saja jihad atau berjuang dalam membangun pemahaman agama. Namun juga berjuang membangun bangsa. "Tidak saja jihad fi din, tapi juga jihad wathoniah," terang Ketua Umum Dewan Tanfidziah NW ini. Antara agama dengan bangsa, merupakan dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan.

Kepada para delegasi, Gubernur NTB ini menerangkan banyak hal yang bisa dipelajari di NTB. "NTB ini kecil, tapi potensinya besar," ucapnya. Selanjutnya, agama dalam pandangan cucu pendiri NW ini merupakan kekuatan. Diketahui, di NTB mayoritas beragama Islam. Ia menginginkan untuk mengarahkan kekuatan agama untuk pembangunan NTB yang lebih maju ke depan.

Delegasi asal Brunei Darussalam, H. Amir Hisyam bin Mas`ud menilai sangat terkesan datang ke Lombok. Sambutan hangat masyarakat NTB membuat para delegasi empat negara anggota ASEAN ini mendapatan penghormatan yang tinggi. "Kami merasakan mendapatkan penghormatan tertinggi hadir di Lombok," ucapnya.

Amir menerangkan MABIMS terbentuk sejak tahun 2008 lalu. Tahun 2011 ini merupakan kegiatan tahun ke tiga dan Indonesia menjadi tuan rumah. Anggota MABIMS yang tertidiri dari para pemuda ini menempuh perjalanan dari Jakarta-Mataram selama sejak 26 September lalu.

Tujuannya para delegasi empat negara ini unttuk mempererat hubungan antarnegara baik di bidang budaya, memelihara perdamaian, dan tukar menukar pengalaman di bidang pendidikan dan kepemimpinan, termasuk pertukaran pemuda. Berbagai kegiatan positif akan mewarnai kunjungan para delegasi Bas Belia MABIMS. Tempat-tempat yang sudah dikunjungi antara lain, lembaga pendidikan agama di Indonesia, seperti ke kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Malang, dan sejumlah pondok pesantren di Jawa Timur, Bali, dan Lombok NTB.

Hj. Siti Rohmi Djalilah yang turut menyambut kedatangan delegasi Bas Belia ini menyampaikan kunjungan para delegasi akan memberikan nilai positif. Saling berbagi dan saling mendoakan. Kunjungan ke NW, menjadi perwakilan saja dari semua ponpes yang ada di Lotim. Karena selain Lotim, rombongan diketahui Ketua DPRD Lotim ini akan mengunjungi Ponpes Qomarulhuda Bagu Lombok Tengah dan Ponpes Al-Aziziyah Kapek Gunung Sari Lombok Barat. (rus/utt)

Diupload oleh Mukhtar Fahri Lotim (-) dalam kategori Lain-lain pada tanggal 04-10-2011 00:00

Berita Terkait
©2008 Kementerian Agama Republik Indonesia Pusat Informasi Keagamaan dan Kehumasan
Halaman ini diproses dalam waktu 0.005281 detik